Rekayasa Berbasis Skenario dalam Pengembangan Schizo Care

  • Published on
    22-Jan-2017

  • View
    175

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • UNIVERSITAS GUNADARMA

    FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

    Rekayasa Berbasis Skenario Dalam Pengembangan Schizo

    Care

    Disusun Oleh:

    Nama : Jerino Gorter

    NPM : 53411811

    Jurusan : Teknik Informatika

    Pembimbing : Dr. rer. nat. I Made Wiryana

    Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat

    Dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu

    (S1)

    JAKARTA

    2015

  • Bab 1

    Pendahuluan

    1.1 Latar Belakang Masalah

    Seiring pengaruh teknologi yang berkembang pesat di era globalisasi, terda-

    pat pengaruh positif yang dapat manusia manfaatkan yaitu menggantikan

    cara-cara tradisional ke teknologi digital. Teknologi digital yang dikembang-

    kan harus memiliki kemampuan yang baik dalam memecahkan masalah dan

    memiliki solusi dari domain masalah. Salah satu contoh masalah yang dite-

    mukan pada kehidupan sehari-hari adalah gelandangan psikotik atau yang

    dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai orang gila dengan sebutan me-dis yaitu Skizofrenia. Skizofrenia memiliki gejala primer antara lain ganggu-an proses pikiran, gangguan kemauan, gangguan psikomotor dan gangguan

    sekunder berupa waham dan halusinasi [Cantelon et al., 2014].

    Sedang gelandangan psikotik dapat memiliki arti seseorang yang hi-

    dup dalam keadaan yang tidak sesuai dengan norma kehidupan yang

    layak dalam masyarakat, mempunyai tingkah laku yang aneh, su-

    ka berpindah-pindah dan menyimpang dari norma-norma yang ada

    [Salmah and Sarinem, 2009].

    Fenomena keberadaan gelandangan psikotik ini sudah dikenal lama oleh

    masyarakat di Indonesia baik di pedesaan maupun di kota metropolitan. Ge-

    landangan psikotik sering kali dijumpai dengan kondisi tidak memiliki tem-

    pat tinggal dan kehidupan yang jauh dari kata layak, namun sampai seka-

    rang belum terdapat solusi yang ditemukan agar dapat melaporkan kebera-

    daan mereka. Masyarakat yang ingin menolong memiliki masalah seperti

    merasa takut, merasa jijik karena tampilan atau karena sikap gelandangan

    psikotik yang tidak seperti orang normal. Kurangnya kepedulian dan peng-

    gunaan produk teknologi di kehidupan masyarakat terhadap keberadaan ge-

    1

  • 2

    landangan psikotik di sekitar tempat tinggal mereka merupakan domain ma-

    salah dari penulisan ini.

    Dari beberapa hal yang menjadi masalah tersebut, aplikasi pelaporan di-

    buat dengan tujuan dapat mengajak masyarakat agar lebih perduli terhadap

    keberadaan gelandangan psikotik dengan menggunakan pendekatan berba-

    sis skenario. Penulis memiliki ide agar masyarakat dapat menolong dengan

    menggunakan smartphone Android dan laman Schizo Care dengan tekno-logi yang sedang berkembang.

    1.2 Ruang Lingkup

    Penelitian ini difokuskan untuk mengembangkan tahapan metodis dari basis

    skenario menjadi diagram use case dan sequence. Model skenario dirancang

    sesuai dengan cerita dan kejadian di lapangan, selanjutnya diturunkan ke

    dalam use case diagram untuk menceritakan apa yang dapat aktor lakukan

    dan diagram sequence untuk menjelaskan urutan kejadian di aplikasi Schizo

    Care. Pada sisi server-side, aplikasi Schizo Care diuji pada local sedangkansisi client-side diuji pada emulator Android Studio.

    1.3 Tujuan

    Tujuan dari penelitian ini adalah membangun aplikasi Schizo Care sesuai

    dengan pemanfaatan basis skenario yang diturunkan ke dalam diagram use

    case dan sequence. Dengan menggunakan pendekatan teknologi, diharapk-

    an dapat menumbuhkan rasa keperdulian masyarakat terhadap keberadaan

    gelandangan psikotik.

    Aplikasi Schizo Care memiliki 2 macam platform, yaitu aplikasi Androiddan laman. Aplikasi Android digunakan sebagai alat lapor masyarakat atauanggota untuk melakukan pelaporan terhadap gelandangan psikotik. Di apli-

    kasi Android disediakan fitur untuk melakukan pelaporan seperti melakukanlogin, meminta alamat e-mail pelapor, melakukan foto, mendapatkan titiklatitude dan longitude.

    Sedangkan pada laman Schizo Care , disediakan fitur untuk melakukanpengolahan data oleh Tim KPSI, Tim Satpol-PP dan Tim RSJ. Di laman ju-

    ga menampilkan berita laporan yang berisi informasi tentang gelandangan

    psikotik.

  • 3

    Masyarakat yang mendaftarkan dirinya ke aplikasi Schizo Care dan me-

    laporkan keberadaan gelandangan psikotik, akan diapresiasi dengan meng-

    gunakan pendekatan social persepective, yaitu dengan pemberian pangkatdan mendapatkan poin lapor yang selanjutnya dapat ditukar menjadi souve-nir. Pelaporan gelandangan psikotik yang telah dilakukan dapat di follow-uppada berita laporan. Dengan adanya pendekatan dengan social-perspectivedi aplikasi Schizo Care diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian

    terhadap keberadaan gelandangan psikotik.

    1.4 Metode Penelitian

    Metode yang digunakan dalam pembuatan skripsi ini dengan tahap-tahap

    berikut :

    1. Studi Pustaka: Penulis melakukan studi kepustakaan yaitu dengan ca-

    ra mengumpulkan data dengan pendekatan ethnography dan memba-ca literatur-literatur dari internet serta buku-buku yang relevan denganpenulisan tugas akhir.

    2. Diskusi: Berdiskusi dengan dosen pembimbing, teman-teman dan na-

    rasumber yang berkaitan dengan proses pengerjaan dan penyelesai-

    an masalah-masalah yang ditemukan selama proses penyusunan tugas

    akhir berlangsung.

    3. Pemodelan Skenario: Proses penyelesaian masalah untuk mendapat-

    kan solusi dibuat dengan basis skenario agar maksud dan tujuan dari

    pembuatan aplikasi dapat terpenuhi.

    4. Implementasi dan Pengujian: Bagian ini menjelaskan tentang pro-

    ses aplikasi dan laman Schizo Care saat dibangun sampai dengan ta-

    hap pengujian. Aplikasi ini dibangun menggunakan NodeJS, ExpressJSFramework, MongoDB, Mongoose, dan Android. Dengan spesifikasi pe-rangkat keras yang digunakan yaitu Laptop Dell Inspiron, prosessor i3

    2.4GHz, RAM 4GB, dan Memory 500GB.

    1.5 Sistematika Penulisan

    BAB 1 Pendahuluan Bab ini menguraikan tentang latar belakang pe-nulisan, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian dan sis-

    tematika penulisan skripsi.

  • 4

    BAB 2 Basis Skenario dan Requirement Engineering Bab ini menje-laskan tentang landasan teori yang dipakai pada penulisan skripsi me-

    ngenai apa saja yang berhubungan dengan skenario dan diagram use

    case.

    BAB 3 Pemodelan Notasi dan Isi Skenario Bab ini menjelaskan ten-tang perancangan model notasi dan isi dari skenario yang digunakan

    dalam membangun sistem yang digunakan pada aplikasi.

    BAB 4 Derivasi Notasi Model Skenario ke dalam Diagra Use Ca-se dan Sequence Bab ini membahas penurunan dari model skenario

    menjadi diagram use case dan sequence yang akan digunakan dalam

    membangun sistem yang digunakan pada aplikasi.

    BAB 5 Deskripsi Implementasi Model Skenario Bab ini membahasproses uji coba aplikasi yang didapatkan dari model skenario dari bab

    3 dan penurunan model skenario menjadi diagram use case dan sequ-

    ence dari bab 4.

    BAB 6 Penutup Bab ini berisi uraian tentang kesimpulan serta sarandari semua bahasan dalam penulisan skripsi.

  • Bab 2

    Basis Skenario dan RequirementEngineering

    2.1 Skenario

    Skenario adalah sebuah format cerita yang sangat dibatasi oleh kemampuan

    visualisasi dan keterbatasan waktu dalam karakter dan aktor. Skenario ada-

    lah deskripsi yang berisi tentang aktor, informasi latar belakang aktor, narasi,

    dan asumsi tentang lokassi lingkungan mereka serta berisi urutan tindakan

    dan peristiwa yang sedang terjadi. Skenario disebut juga urutan kegiatan

    atau peristiwa yang diceritakan ke dalam suatu naskah oleh seseorang mu-

    lai dari kegiatan awal sampai dengan akhir dari suatu peristiwa. Skenario

    berisikan tentang adegan, aktor, lokasi, narasi dan lain-lain [Dennis, 2009] .

    Berikut adalah penjelasan mengenai adegan, aktor, lokasi dan narasi:

    Adegan, yaitu bagian dari skenario yang digunakan untuk memberikaninformasi kegiatan yang sedang terjadi dan dilakukan oleh aktor.

    Aktor, yaitu bagian dari skenario yang digunakan untuk menjelaskanpihak atau pelaku yang melakukan suatu kegiatan.

    Lokasi, yaitu bagian dari skenario yang digunakan untuk menjelaskantempat dimana aktor melakukan kegiatan.

    Narasi, yaitu bagian dari skenario untuk memberikan penjelasan ber-upa narasi cerita tentang adegan, aktor dan lokasi yang terjadi.

    Skenario disajikan dalam berbagai media dan bentuk. Misalnya, skenario

    dapat menjadi narasi tekstual, papan cerita atau protitpe masalah. Dalam il-

    mu komputer, skenario adalah sebuah narasi yang biasanya menggambarkan

    5

  • 6

    interaksi dari peran pengguna atau dikenal dalam kebanyakan bahasa mesin

    pada sistem yaitu sebagai aktor, serta sistem yang lebih ke arah teknis yang

    biasanya meliputi perangkat keras dan lunak. Skenario sering digunakan se-

    bagai bagian dari proses pengembangan sistem. Biasanya dibuat oleh ahli

    pemasaran, yang juga sering bekerja sama dengan pengguna akhir. Skenario

    ditulis dalam bahasa sederhana.

    Sebuah skenario memiliki sebuah tujuan yang lebih fungsional. Sebuah

    skenario menjelaskan cara sebuah sistem akan dipertimbangkan untuk digu-

    nakan dalam konteks kegiatan dalam kurun waktu yang ditetapkan. Berikut

    adalah jenis dari skenario pada pengembangan sistem yaitu:

    Story, yaitu deskripsi yang direncanakan yang secara kasuan terhu-bung terhadap suatu peristiwa atau tindakan yang di ambil pada pe-

    ngembang sistem melalui cerita.

    Situation, yaitu situasi masa depan yang telah diperhitungkan atau su-dah ada gambarannya, yang berarti sudah direncanakan terlebih dahu-

    lu, tapi dalam kasus ini biasnya kurang lazim ketika digunakan dalam

    software development.

    Storyboard, yaitu digunakan untuk menggambarkan user interface, halumum yang ada pada interaksi manusia dan komputer yaitu untuk me-

    nentukan apa yang akan dilihat dan dipahami oleh pengguna.

    Structure, yaitu salah satu struktur yang lebih rumit yang mempresen-tasikan skenario, termasuk diagram alur atau flowchart. Structure bia-sanya digunakan dalam kassus yang sedang dipecahkan pada softwaredevelopment.

    Desain berbasis skenario adalah teknik dimana penggunaan sistem yang ak-

    an dibuat dijelaskan pada titik awal dalam proses pembangunan. Deskripsi

    narasi penggunaan dibayangkan kemudian digunakan dalam berbagai cara

    untuk memandu pengembangan sistem yang akan dipergunakan.

    Desain berbasis skenario seperti pendekatan yang berpusat pada penggu-

    na lainnya, desain berbasis skenario biasanya untuk perubahan fokus karya

    desain dengan mendefinisikan sistem operasi yaitu seperti spesfikasi fung-

    sional, untuk menggambarkan bagaimana orang akan menggunakan sistem

    untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan kegiatan lainnya. Namun,

    desain berbasis skenario ini tidak seperti pendekatan yang mengganggap

    perilaku manusia melalui analisis formal dan pemodelan tugas.

  • 7

    Desain berbasis skenario adalah relatif ringan, metode ini untuk memba-

    yangkan penggunaan untuk masa depan. Salah satu alasan kenapa skenario

    ini telah menjadi begitu populer dalam desain sistem interaktif karena ske-

    nario ini memungkinkan untuk komunikasi yang cepat tentang penggunaan.

    2.2 Skenario dalam Perangkat Lunak

    Skenario adalah salah satu cara untuk merancang sistem yang interaktif. Ada

    metode yang berhubungan dengan skenario, diantaranya Software Archite-cture Analysis Method (SAAM), teknik SAAM diciptakan untuk dapat menilai,memodifikasi arsitektur. Tujuan pembuatan SAAM yaitu mencari metodeyang mampu mengekspresikan klaim kualitas yang berbeda. Dengan meng-

    gunakan skenario dan mengevaluasinya [Ionita et al., 2002].

    Dalam prakteknya SAAM telah terbukti berguna untuk cepat menilai ba-nyak kualitas atribut seperti modifiability, portabilitas, extensibility, integra-bility, serta mencakup fungsional. Metode ini juga dapat digunakan untukmenilai aspek kualitas arsitektur perangkat lunak seperti kinerja atau kean-

    dalan dari perangkat lunak. Tedapat langkah-langkah yang bisa dilakukan

    [Ionita et al., 2002]:

    1. Develop Scenarios, latihan tukar pendapat dengan ruang lingkup un-tuk mengidentifikasi jenis kegiatan dari sistem yang harus didukung.

    2. Describe Architecture, mendeskripsikan kandidat yang akan diguna-kan dalam skenario.

    3. Classify and Prioratize Scenarios, membagi skenario ke dalam bebe-rapa kelas yang didasarkan pada kebutuhan.

    4. Individually Evaluate Indirect Scenarios, dalam kasus skenario tidaklangsung arsitek menggambarkan bagaimana arsitektur yang diperluk-

    an dapat dirubah ke dalam skenario.

    5. Access Scenario Interaction, ketika dua atau lebih skenario ada peru-bahan selama komponen arsitektur yang sama, mereka dikatakan ber-

    interaksi. Dalam hal ini, komponen yang terkena dampak harus dimo-

    difikasi untuk menghindar dari interaksi skenario yang berbeda.

    6. Create an Overhall, membuat evaluasi secara keseluruhan dari skena-rio yang dilakukan.

  • 8

    2.3 Use Case

    Dalam fase requirements, model use case mengambarkan sistem sebagai se-buah kotak hitam dan interaksi antara aktor dan sistem dalam suatu bentuk

    naratif, yang terdiri dari input user dan respon-respon sistem. Setiap use ca-

    se menggambarkan perilaku aktor pada sistem, tanpa mengurangi struktur

    internalnya. Selama pembuatan model use case secara pararel juga harus

    ditetapkan obyek-obyek yang terlibat dalam setiap use case.

    2.4 Aktor

    Sebuah aktor mencirikan suatu bagian susunan yang berkaitan dengan user

    yang berinteraksi dengan sistem [Jacobson et al., 1999]. Dalam model use

    case, aktor merupakan satu-satunya kesatuan eksternal yang berinterak-

    si dengan sistem. Terdapat beberapa variasi bagaimana aktor dibentuk

    [Achour et al., 1999]. Sebuah aktor sering kali merupakan manusia (humanuser).

    Dalam sejumlah sistem informasi, manusia adalah satu-satunya aktor.

    Dalam sistem informasi, seorang aktor bisa saja menjadi suatu sistem eks-

    ternal. Primary actor (aktor utama) memprakarsai sebuah use case. Jadi,suatu primary actor memegang peran sebagai proaktif dan yang memulaiaksi dalam sistem. Aktor lainnya yang berperan sebagai secondary actor bisasaja terlibat dalam use case dengan menerima output dan memberikan in-put. Setidaknya satu aktor harus mendapatkan nilai dari use case. Biasanyaadalah primary actor (aktor utama).

    2.5 Identifikasi Use Case

    Sebuah use case dimulai dengan masukan dari seorang aktor. Use case me-

    rupakan suatu urutan lengkap kejadian-kejadian yang diajukan oleh seorang

    aktor, dan spesifikasi interaksi antara aktor dengan sistem. Use case yang

    sederhana hanya melibatkan satu interaksi atau hubungan dengan sebuah

    aktor, dan use case yang lebih kompleks melibatkan beberapa interaksi de-

    ngan aktor. Use case yang lebih kompleks juga melibatkan lebih dari satu

    aktor.

    Untuk menjabarkan use case dalam sistem, sangat baik bila dimulai de-

    ngan memperhatikan aktor dan aksi yang mereka lakukan dalam sistem. Se-

  • 9

    tiap use case menggambarkan suatu urutan interaksi antara aktor dengan

    sistem. Sebuah use case harus memberikan sejumlah nilai pada satu aktor.

    2.6 Diagram Use Case

    Diagram use case menggambarkan apa saja aktifitas yang dilakukan oleh

    suatu sistem dari sudut pandang pengamatan luar. Fokus utama pada peng-

    gunaan diagram use case adalah pada apa yang dilakukan bukan bagaimana

    melakukannya. Diagram use case dekat kaitannya dengan kejadian-kejadian.

    Kejadian atau skenario merupakan contoh apa yang terjadi ketika seseorang

    berinteraksi dengan sistem. Sebuah diagram use case pada umumnya memi-

    liki aktor, use c...

Recommended

View more >